Postingan

Fatma Qianna Althafunnisa

Gambar
Selasa 19 januari 2016 ditengah malam, menjelang pergantian hari kami kedatangan anggota baru dalam keluarga kecil ini. Semoga bertambah juga keberkahan yang Allah berikan pada kami. Bayi mungil itu kami beri nama ‘Fatma Qianna Althafunnisa’ dan rangkaian tulisan ini kami buat untuk menerangkan makna yang terkandung di dalamnya. Agar suatu saat nanti kami ingin Ia membacanya, tersenyum, mungkin akan meneteskan air mata karena kelembutan jiwanya, lalu ia berdoa ‘rabbighfirliy waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani saghira’ .

Setengah Tahun Pertama

Gambar
"Aku mengaguminya, dari karya-karyanya Aku mengaguminya, dari tulisan-tulisannya Aku mengaguminya, dari keshalehannya Aku mengaguminya, dari sikapnya yang lembut" (Harumi Aini) Maha Suci Allah yang telah mempersatukan hambanya. Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa diantara kita yang lebih baik amalnya. Setengah Tahun telah berlalu ketika pertama kali ku gandeng tanganmu yang hangat dalam suasana syahdu berlimpah doa, kau tersenyum padaku kemudian tertunduk malu. Hari itu tak henti ku ucap syukur, memohon barokah atas peristiwa besar dalam sejarah hiduku juga sejarah hidupmu. Ada kebahagiaan yang tak mungkin kita ungkapkan dalam kata, ada harapan yang sulit digambarkan dengan apapun.

Undangan Pernikahan

Gambar
http://weddingwire.com/yasinyumi 

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI - Yogyakarta

Gambar
Saat ini sedang dilaksanakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI oleh MUI di Yogyakarta Ada yang menarik dari Kongres Umat Islam Indonesia (KUII). Dalam sejarahnya, dua kongres pertama menghasilkan keputusan yang fenomenal baik bagi umat Islam Indonesia secara khusus maupun bagi Bangsa ini secara umum. Kongres I 1938 mendeklarasikan 'Majlis Islam Ala Indonesia' Kongres II 1945 di Yogyakarta merupakan salah satu kongres yang monumental yang dikemudian hari dari rekomendai hasil kongres inilah lahir 'Majlis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)' sebagai satu-satunya kekuatan politik umat islam indonesia saat itu

Menerawang Masa Depan

Gambar
Foto : Dok Pribadi Dari ruang-ruang kelas itu kita dapat melihat karakter masa depan sebuah bangsa, karena dari sanalah nilai-nilai itu terwariskan dari generasi ke generasi.  (Ahmad Yasin, 16 April 2014) "Bu..." Teriak seorang siwa dari belakang. (suasana kelas masih tak terkendali) "Ibu di sini mau nyari uangkan?" Siswa itu bangkit dari duduknya sembari mangatakan sesuatu yang tak pantasuntuk dikatakan oleh seorang murid kepada Gurunya. ("waaahaha..." kelas menjadi semakin gaduh) Sang guru menatap tajam muridnya yang dalam sekejap sudah berdiri di depannya. Apa yang akan engkau katakan jika dalam posisi seperti? "Nih saya kasih uang, ibu gak usah ngajar lagi disini" Tanpa memberi kesempatan untuk mendengarkan jawaban sang guru, dengan kasar di letakkannya setumpuk lembaran uang seretus ribuan diatas meja sang guru.

Menyusun Cerita

Gambar
Ayahnya Betawi, Ibunya jawa ... kakek nenek dari Ibunya memang asli jawa ... tapi kakek dari Ayah pernah tinggal di bukit tinggi sebelum merantau ke Jakarta ... Nenek Dari Ayaknya memang Asli Betawi, tapi Nenek dari Neneknya yang dari Ayah katanya Campuran Aceh dan Makasar ... Ohya ... Aku juga pernah dengar ada silsilah dari kalimantan, haha... Tanyakanlah padanya "Jadi kau orang mana?" Jawabnya "Indonesia" *Tentang Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, kini Jakarta yang berabad-abad lamanya mempertemukan kerajaan-kerajaan nusantara, hingga kini menjadi pusat pemerintahan sebuah negara yang kita sebut Indonesia. Tentang seorang tokoh dalam sebuah novel yang sedang saya tulis.semoga bisa di selesaikan (Mohon do'a)...

Indonesia Dalam Bahaya

Gambar
"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden, Wakil Presiden ataupun jajaran Pemerintahan yang saya pimpin, tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa." Joko Widodo, dalam pidato kepresidenannya yang pertama, Gedung MPR/DPR Senin 20 Oktober 2014 Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Prabowo Subianto yang sebelumnya bertarung memperebutkan kursi kepresidenan. Prabowo berdiri memberikan hormat kepada sang presiden saat namanya disebut seolah menyambut seruan sang presiden dalam pidatonya dengan berkata 'mari kita bersama-sama melakukan kerja besar membangun bangsa'.