"Ya Allah, Ampuni dosaku, dan dosa kedua orang tuaku... sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil... Ya Allah, yang maha menyembuhkan... tiada kesembuhan selain kesembuhan dari mu.... sembuhkan lah penyakit umi.." terisak kupanjatkan doa di subuh itu... terbesit ingatan tentang ibu yang terbaring dirumah... isyarat yang tidak biasa, menggetarkan hati membawa gelisah... Aku ingin pulang..! Ya Allah... engkau benar-benar mengabulkan do'a tulusku subuh itu... cepat sekali... se belum sempat hari berganti ... terlalu cepat bahkan... sebelum sempat kutatap kembali wajah terakhirnya. sebelum sempat semua anak-anaknya berkumpul sebagai mana biasa kita lakukkan di rumah kecil kita.
Selasa 19 januari 2016 ditengah malam, menjelang pergantian hari kami kedatangan anggota baru dalam keluarga kecil ini. Semoga bertambah juga keberkahan yang Allah berikan pada kami. Bayi mungil itu kami beri nama ‘Fatma Qianna Althafunnisa’ dan rangkaian tulisan ini kami buat untuk menerangkan makna yang terkandung di dalamnya. Agar suatu saat nanti kami ingin Ia membacanya, tersenyum, mungkin akan meneteskan air mata karena kelembutan jiwanya, lalu ia berdoa ‘rabbighfirliy waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani saghira’ .
Rasulullah mengajarkan kita untuk saling memberi hadiah, indah bukan. Maka inilah hadiah pertama yang diberikan seorang kawan pada ulang tahun istrinya. Sebuah buku yang pasti akan usang, tetapi tidak dengan tulisan-tulisannya. kebetulan saya menitipkan sebuah tulisan di sana, semoga bermanfaat... berikut isinya, selamat membaca... Menjadi Mulia dan Dimuliakan Sebab, harapan, kata Rasulullah saw, adalah rahmat Allah bagi umatku. Jika bukan karena harapan, takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya. Maka biarlah aku berharap tentang kemuliaan yang pernah Allah janjikan untuk kita, surga.
Komentar