Minggu, 21 Desember 2008

lirik

10 tahun terakhir …
4 kali nahkota bahtera negeri ini berganti
10 tahun terakhir…
pemegang amanat semakin tidak bisa dipercaya , mereka semakin rakus merampas hak-hak rakyat jelata
10 tahun terakhir…
malapetaka selalu menghantam negeri ini ( tsunami, banjir, longsor dan bermacam penyakit silih berganti ) merontokkan anak anak negeri
10 tahun terakhir…
orang-orang lapar dan orang -orang menganggur semakin tidak tehitung jumlahnya
10 tahun terakhir…
kemaksiatan dan tindak kejahatan sangat sulit dihentikan, rasa malu dan rasa peduli terasa semakin menjauh

Adakah harapan dan asa di negeri ini?
Mungkinkah Allah berkenan untuk mencurahkan berkah dan rahmatNya?
Apakah kita berhak untuk berkuasa dan memimpin negeri ini?
Pantaskah kita melayani orang-orang yang bosan dengan janji-janji para PENIPU?

Ingatlah saudaraku,
Arah dan tujuan kita jangan berubah!
Langkah harus semakin tegap!
karena perubahan adalah kepastian!
Bangkitkan semangat dan rebut setiap peluang!
jangan sibuk dengan hal yang tidak penting!
Lenyapkan keraguan!
dan yakinlah Allah pasti membimbing kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki
(shoutul Harokah 2008)

Minggu, 26 Oktober 2008

Seminar Ilmiah


SEMINAR ILMIAH NASIONAL (SIN) FORCES EXPO DAN KOMPETISI INOVASI AGREOINDUSTRI (KIA)


Munggu, 19 Oktober 2008. Forces sebagai UKM yang mengkhususkan diri di bidang karya ilmiah mengadakan Seminar Ilmiah Nasional. Bertempat di Auditurium Rektorat, Gedung Andi Hakim Nasoetion acara ini dilaksanakan dalam dua sesi. Yang pertama dimulai sejak pukul 8.00 hinga 12.30 kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yang pada pukul 13.30. turut hadir dalam seminar ini beberapa dosen IPB, serta mahasiswa dari beberapa fakultas sebagai finalis Kompetisi Inofasi Agreo Teknologi yang juga diadakan oleh forces. Diawali dengan sambutan-sambutan dari Ketua Panitia, Pembina Forces, serta seorang staf ahli mentri pertanian yang mewakili pemerintah. dalam sambutannya mereka menggambarkan permasalahan-permasalahan yang muncul belakangan ini – terutama permasalahan di bidang pertanian – dan pentingnya sebuah inovasi teknologi yang dapat memperbaiki kondisi tersebut.

Setelah sambutan selesai acara dilanjutkan dengan presentasi inofasi-inovasi teknologi yang dibawakan oleh para mahasiswa dari berbagai fakultas. Mereka adalah finalis KIA. Saat itulah para peserta menyimak ide-ide berlian yang mereka bawakan. Semua kompetitor menyampaikan materinya dengan sangat menarik, dengan waktu yang terbatas (hanya sepuluh menit) mereka mampu tampil dengan optimal.

Tepat pukul 12.30 sesi pertama berakhir, acara diberhentikan sejenak agar peserta dapat melaksanakan sholat, serta menikmati hidangan makan siang yang telah disiapkan oleh panitia. Acara dilanjutkan kembali tepat pukul 13.15. di sesi yang kedua ini,setelah para meserta menyaksikan para finalis KIA, kini waktunya para dosen dan mahasiswa berprestasi penyampaikan materinya. Ada pemateri yang membahas bagaimana peranan-perannan yang sudah ataupun yang seharusnya dilakukan para mahasiswa serta lembaga-lembaga pertanian khususnya lemabaga pendidikan dalam pembangunan pertanian nasional.

terdapat lima orang finalis yang mencoba memaparkan berbagai macam inovasi teknologi yang mereka ajukan. Salah satu penyampainya adalah Hestiana Rachman dan Haris Setiawan, mahasiswa IPB dari Departmen Ilmu dan Teknologi Pangan. Keduanya membawakan materi dengan judul, “Pengembangan Produk Es Puter Berbahan Dasar Pangan Indigenous Ubi Jalar Ungu dan Merah (Ipomoea batatas L) Sebagai Cemilan Kaya Antosianin dan Karoten”. Adapun latar belakang tulisannya ini adalah menyiasati konsumsi produk frozon yang selama ini banyak digunakan masyarakat, padahal kandungan itu sangat beresiko merusak lapisan ozon. Keunggulan ubi jalar sendiri adalah harganya yang terjangkau, karena merupakan bahan lokal yang mudah ditemukan di Indonesia. Dari segi kesehatan ubi jalar juga memiliki keunggulan yakni memiliki manfaat kesehatan yaitu antosianin dan karoten yang terkandung dalam ubi jalar. Namun, produk ini masih perlu di tindak lanjuti dan diteliti terutama pada kandungan antosianin dan karoten yang ada dalam produk es puter tersebut. Penggunaan ubi jalar juga akan mengangkat prestise ubi itu sendiri.

Yang berikutnya disampaikan oleh Astrisia Artanti, Catherine Haryasyah, dan Diana Lo. Mereka juga berasal dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Materinya berjdul, “Perspektif Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Dan Penggunaan Ubi Kayu Dalam Pembuatan Plastik Biodegradabel Ramah Lingkungan”. latar belakangnya adalah kecemasan terhadap global warming yang terjadi belakangan ini. Plastik komersial yang digunakan saat ini tidak dapat tedegridasi. Sedangkan biodegredable plastic harganya cenderung mahal, padahal jika plastik komersial masih tetap digunakan dapat dipastikan akan mecemari lingkungan dan saat ini dampak-dampak kerusakan itu banyak terlihat. limbah cair industri tahu dan ubi kayu ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan plastik biodegradabel yang ramah lingkungan. Jika cara ini dapat dilakukan tidak mustahil akan mampu menurunkan harga biodegredable plastic sehingga akan menggeser palstik komersial yang ada di pasaran saat ini. Indonesia sebagai negara penghasil ubi kayu terbesar ke lima di dunia diharaphan mampu memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan menurut data yang disampaikan Sekitar 16,8 juta liter limbah cair tahu dihasilkan dalam waktu satu tahun dan 13,44 juta liter diproduksi di pulau jawa. Sebelumnya itu hanya dibuang sebagai limbah. Meski tidak berdampak besar bagi lingkungan jika dikelola dengan baik pasti akan labih bermanfaat. Dari data-data tersebut tampaklah bahwa Indonesia sangat berpotensi dalam mengembangkan produk ini.

Kemudian ada juga yang membawakan judul Aquatic bioenergi dari bioluminescent dinoflagellata sebagai alternative teknologo penangkapan ikan. Mereka berasal dari Departemen Teknologi Hasil Perairan dan Hasil Kelautan IPB. menurunya sifat bioluminescence yakni kemampuan makhluk hidup perairan untuk menghasilkan cahaya melalui reaksi kimia, memiliki poyensi yang energi yang cukup baik dan dapat menjadi alternatif teknologi penangkapan ikan. Jika teknologoi ini diterapkan dalam penangkapan ikan tentu akan menghasilkan keuntungan yang cukup baik.

Setelah para finalis menyampaikan inofasinya, sesi kedua pun dimulai. Pada sesi ini, tiga pembicara dihadirkan mereka adalah dosen dan mahasiswa berprestasi. Salah satunya adalah Sriani Sujipriati, Dosen dari Departemen Agronomi dan Holtikultura, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Dimulai dengan memberikan gambaran pertanian Indonesia saat ini. Dari pambahasannya tampaklah bahwa pertanian kita saat ini dalm kondisi yang memprihatinkan. Petani yang seharusnya mendapatkan untung dalam pertanian justru berada pada kondisi yang terpuruk. Setelah itu barulah peranan-peranan IPB dalam membangun pertanian Indonesia dijabarkan satu-persatu. Meski belum mampu merubah kondisi pertanian di negeri ini secara keseluruhan, kita tetap harus menghargainya. Tampil pula mas Danang dan seorang mahasiswi berprestasi lainnya mereka berduapun tampil dengan baik dihadapan para peserta seminar.

Secara keseluruha seminar berjalan dengan cukup baik. Acara-acara serupa dapat dilaksnakan di berbagai tempat guna memecahkan solusi bangsa ini.

Sabtu, 04 Oktober 2008

met idul fitri

Rabu, 27 Agustus 2008

8 tips sambut ramadhan

Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami dengan baik.

Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut Ramadhan” :

1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)
2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.
3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.
5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” Muhamad:21.
6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.
8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam.(http://agisiyan.blog.com/)

Jumat, 22 Agustus 2008

yang mana aku?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...