Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Tantangan Alam dan Petunjuk Tuhan

Gambar
    Penelusuran manusia terhadap fenomena kehidupan menjadi sesuatu yang tiada habis. Berkembangannya ilmu pengtehuan yang mendasari teknologi akan terus berlanjut, dan alam terus menampakkan fenomena barunya setiap kali suatu teorema hampir dipercayai utuh sebagai kebenaran. Postulat relativitas Einstein dimunculkan ketika asumsi keberadaan ether tertolak oleh fakta alamiah. Eksperimen Michelson-Morley tidak mampu membuktikan apapun terkait ether yang diduga sebagai medium perambatan gelombang elektromagnetik. Dan Alam menampakkan kebenaran postulat Einstein kemudian, ketika perumusan matematika yang diajukannya tersebut kerap kali tepat memprediksi fenomena-fenomena yang dianggap aneh sebelumnya. Namun –sebagaimana diungkapkan para peneliti eropa (CERN) akhir september lalu, ketika postulat itu sukses meramalkan berbagai fenomena, alam justru menampakkan fenomena lain tentang keberadaan partikel yang bergerak melebihi kecepatan cahaya. Sehingga bahasa matematika

Otimisme dan Tawakkal (Kenangan OSN-Pertamina 2011)

Gambar
# Keinginan untuk mundur, tentu saja ada. Alasannya sedang ujian, agenda kepanitaan yang menghitung minggu, soal open yang tak terselesaikan, dll. Tapi Islam mengajarkan kita untuk ‘tidak pernah putus asa, apapun alasannya’ # Selepas seleksi tahap semi final, kami –enam semi finalis- antara pantas atau tidak, dengan ragu terus berharap, semoga sebuah keajaiban datang sekali lagi. Ya, kami semua mengharapkan untuk bisa lolos ke tiga besar tingkat nasional di Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2011 (OSN-Pertamina 2011) itu, mengingat langkah yang kami sudah jauh, juga dukungan teman-teman yang luar biasa. Ditambah lagi kami semua membawa nama baik universitas dan provinsi masing-masing yang keduanya itu menjadi beban tersendiri saat kembali nanti.

Seminar Nasional FIM 2011: Muslim Harus Kuasai Teknologi

Gambar
  Bogor – Bertemakan “Dare to be a Muslim Hero : Rising an Islam Empire and Indonesia”, seminar nasional yang merupakan puncak dari Festival Imuan Muslim (FIM) Nasional 2011 dihadiri oleh lebih dari seratus mahasiswa dari bebrapa universitas di Indonesia. Hal ini tentu saja menunjukkan antusiasme mahasiswa terutama muslim untuk mengulang kembali fase-fase kejayaan masa lalu yang masih terkenang. Bertempat di Audit silva pertamina IPB, pada hari munggu 20 November 2011, seminar ini dihadiri oleh dua narasumber yakni bapak Arief Budi Witarto (salah satu peneliti terbaik LIPI) yang mewakili elemen praktisi, juga bapak M. Yamin (dosen IPB) dari elemen akademisi, para peserta dibawa dalam diskusi menarik tentang bagaimana mengembalikan nilai-nilai moral pada penerpan ilmu dan teknologi, sikap terhadap ilmu serta mengenang kembali bagaimana para ilmuan muslim dahulu membangun budaya ilmunya. Sebelumnya pembicara yang juga direncanakan hadir adalah Bapak Anis Matta (Wakil Ketu

Nyanyian Juang (2)

Gambar
 sambungan dari Nyanyian Juang(1)  “Bagaimanapun, takdir bagaikan Angin bagi seorang pemanah. Kita selalu harus membidik dan melesatkannya pada saat yang tepat” (Shalahudin Al-Ayubi, Palestina) “Adapun urusanku adalah berjihad untuk kehormatan Agama Allah dan kaum muslimin. Dan kedzaliman sultan adalah urusannya dengan Allah” (Ibn Taimiyah, Damaskus) “Aku boleh Mati, tapi perjuangan untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan melawan ketidakadilan dan keserakahan kaum imperialis, tidak boleh berhenti dan harus diteruskan!” (Omar Mukhtar, Libiya) Dan kita yakin saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita. Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar… Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka! (Bung Tomo, Surabaya-Indonesia)

Gelar #senandung perjuangan

Gambar
 Ia mungkin seorang raja yang adil. Hingga rakyatnya begitu menyegani. Dan namanya terus diperbincangkan, bahkan tercatat sejarah. Ia mungkin seorang ulama yang faqih. Hingga ilmunya sangat berarti. Dan manfaatnya tetap terasa bahkan bukunya tak henti dipelajari. Ia mungkin seorang dokter yang hebat. Hingga penyembuhannya seakan pasti. Dan sang penguasa tak segan berobat padanya. Ia mungkin seorang panglima yang tangguh. Hingga musuhnya gentar mendengar namanya. Dan setiap dataran menjadi saksi kecerdasannya brestrategi. Ia mungkin prajurit yang kuat. Hingga sulit dijatuhkan dalam misi-misi mematikan. Dan kematian seolah tak kuasa menemuinya saat ia siaga. Ia mungkin seorang ilmuan yang berwawasan. Hingga karya terus menginspirasi. Dan analisanya menembus batas logika kebanyakan pada masanya. Ia mungkin seorang pelajar yang berprestasi, Penulis yang menginspirasi, politikus yang cerdas namun bersih, pegawai yang disenagi, direktur yang hebat, wirausahaan yang beruntung

Idelisme

Gambar
( Dikutip dari : Kredo Geraka KAMMI -Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ) Kami adalah orang-orang yang berpikir dan berkendak merdeka. Tidak ada satu orang pun yang bisa memaksa kami bertindak. Kami hanya bertindak atas dasar pemahaman, bukan taklid, serta atas dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan. Kami adalah orang-orang pemberani. Hanyalah Allah yang kami takuti. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggentarkan hati kami, atau membuat kami tertunduk apalagi takluk kepadanya. Tiada yang kami takuti, kecuali ketakutan kepada-Nya. Kami adalah para petarung sejati. Atas nama al-haq kami bertempur, sampai tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini. Kami bukan golongan orang yang melarikan diri dari medan pertempuran atau orang-orang yang enggan pergi berjihad. Kami akan memenangkan setiap pertarungan dengan menegakkan prinsip-prinsip Islam. Kami adalah penghitung risiko yang cermat, tetapi kami bukanlah orang-orang yang takut mengambil risiko. Sy