Postingan

Menampilkan postingan dengan label fiksi

Da Conspiracao _kutipan2

"Kami hanya punya satu pilihan, yaitu berperang, atau mati membaa tanah warisan. Sedang kami mengerti, berunding itu berarti menyerahkan diri untuk dikirim ke bui." Mari Langa #prolog (Afifah Afra _da conspiracao) Pengasingan bagi mereka adalah puncak reaksi lawan atas apa-apa yang mereka hantamkan. Mereka sengaja memberontak. Tak seperti aku... detik-detik pengusiran terasa begitu telak menghantam jiwa #episode Rangga (Afifah Afra _da conspiracao)  Karena semakin sering engkau dalam bahaya, berarti posisimu semakin penting, tidakkah engkau menyadari hal itu..? #episode Tan Sun Nio (Afifah Afra _da conspiracao)

Menjemput Fajar

Gambar
Allahuakbarr… begitulah sewajarnya seorang muslim merayakan kemenangannya. Sesaat kakiku terhenti sembari kuteriakkan takbir agungkan kebesaran Ilahi, menatap takjub dataran tertinggi. "Mahameru, atap pulau jawa, puncak para dewa" Begitulah disebut dataran dimana aku kini berpijak, Mengukuhkan kebanggaan seorang insan yang di beri kuasa menundukkan alam. Kebanggaan yang tak perlu dilebihkan karena demikianlah takdir Tuhan untuk kita. Maka dengannya para manusia dibebankan tugas yang berbeda. Hembusan dingin kuat menyapu pasir semeru. Lagi, dataran ini menampakkan ketangguhannya, menguji ketahanan setiap pendaki. Di sini kau mungkin dapat bertahan untuk tidak terbawa hembusan anginnya, tetapi dingin akan tetap menusuk kulitmu menembus setiap helai kain yang engkau kenakan. Matahari mulai naik membawa harapan kehangatan yang tak kunjung tiba. Dinginnya terlalu pekat. Dan aku masih tersungkur, menikmati sujudku, mengucap syukur atas kesempatan yang Ia beri.