Minggu, 23 November 2014

Menerawang Masa Depan

Foto : Dok Pribadi

Dari ruang-ruang kelas itu kita dapat melihat karakter masa depan sebuah bangsa, karena dari sanalah nilai-nilai itu terwariskan dari generasi ke generasi. 
(Ahmad Yasin, 16 April 2014)

"Bu..." Teriak seorang siwa dari belakang.
(suasana kelas masih tak terkendali)
"Ibu di sini mau nyari uangkan?" Siswa itu bangkit dari duduknya sembari mangatakan sesuatu yang tak pantasuntuk dikatakan oleh seorang murid kepada Gurunya.
("waaahaha..." kelas menjadi semakin gaduh)
Sang guru menatap tajam muridnya yang dalam sekejap sudah berdiri di depannya. Apa yang akan engkau katakan jika dalam posisi seperti?
"Nih saya kasih uang, ibu gak usah ngajar lagi disini" Tanpa memberi kesempatan untuk mendengarkan jawaban sang guru, dengan kasar di letakkannya setumpuk lembaran uang seretus ribuan diatas meja sang guru.

Rabu, 29 Oktober 2014

Menyusun Cerita



Ayahnya Betawi, Ibunya jawa ...
kakek nenek dari Ibunya memang asli jawa ...
tapi kakek dari Ayah pernah tinggal di bukit tinggi sebelum merantau ke Jakarta ...
Nenek Dari Ayaknya memang Asli Betawi, tapi Nenek dari Neneknya yang dari Ayah katanya Campuran Aceh dan Makasar ...
Ohya ... Aku juga pernah dengar ada silsilah dari kalimantan, haha...

Tanyakanlah padanya "Jadi kau orang mana?"
Jawabnya "Indonesia"

*Tentang Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, kini Jakarta yang berabad-abad lamanya mempertemukan kerajaan-kerajaan nusantara, hingga kini menjadi pusat pemerintahan sebuah negara yang kita sebut Indonesia. Tentang seorang tokoh dalam sebuah novel yang sedang saya tulis.semoga bisa di selesaikan (Mohon do'a)...

Rabu, 22 Oktober 2014

Indonesia Dalam Bahaya


"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden, Wakil Presiden ataupun jajaran Pemerintahan yang saya pimpin, tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa." Joko Widodo, dalam pidato kepresidenannya yang pertama, Gedung MPR/DPR Senin 20 Oktober 2014

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Prabowo Subianto yang sebelumnya bertarung memperebutkan kursi kepresidenan. Prabowo berdiri memberikan hormat kepada sang presiden saat namanya disebut seolah menyambut seruan sang presiden dalam pidatonya dengan berkata 'mari kita bersama-sama melakukan kerja besar membangun bangsa'.

Minggu, 19 Oktober 2014

Hadiah Buku


"Ini ada buku dari Bunda. silahkan pilih satu, sisanya nanti buat yang lain" seorang datang dengan membawa setumpuk buku dengan berbagai macam judul.
"Yang ini boleh kan?" seorang gadis berjilbab memilih sebuah novel yang belum pernah di bacanya 
"Iya Ambil saja" kata si pembawa buku.
***

Selasa, 14 Oktober 2014

Karena, Kau Sahabatku


"Mas Puasa?"
(diam)
"Mas Puasa?"
(mengangguk)
"Lho, Mas kan tadi kesiangan" (Memastikan)
"Iya"
"Mas kan nggak sahur" (Heran)
"Tadi sudah tidak Qiamulail, kalau gak puasa juga malu sama Allah" (Tersenyum)
(menunduk, akupun juga malu pada orang-orang yang malu pada Allah mas)

*Sebuah percakapan suami-istri.

dalam cerita kehidupan ini ada orang yang cukup dengan disebutkan namanya mereka mengingatkan kita pada Sang Kuasa, tetapi ada orang-orang yang disebut namanya hanya mengundang amarah, dengki yang merusak kesucian hati. Ada orang yang ketika kita melihat wajahnya mengingatkan kita pada penghambaan yang tinggi hanya kepada-Nya, tetapi ada juga orang yang wajahnya mengajak kita pada kesenangan duniawi yang fana. Ada orang yang bicaranya menggetarkan hati kita ketika hampir membeku, tetapi ada juga orang yang bicaranya justru membangkitkan penyakit-penyakit hati yang pernah dengan susah payah kita obati. Ada orang yang teriakannya membuat kita menggigil ketakutan akan dosa-dosa kita kepada Tuhan, tetapi ada juga yang teriakannya justru membuat tertawa terpingkal-pingkal melupakan-Nya yang tak henti memperhatikan kita.

Lalu dimanakah kita dimata orang lain? yang pertama, atau yang kedua? atau bahkan tidak keduanya, jika demikan untuk apa kita hadir ke dunia...

Sobat ketahuilah, setiap kita memancarkan pesona. dan pesona itu lahir dari kualitas keimanan, sedang ketaatan kita pada Sang Pencipta adalah bentuk Nyata dari keimanan itu sendiri... tak ada yang bisa mengukur kadar keimanan seseorang kecuali Allah. hanya saja pada siapa yang Allah berikan kepekaan hati, ia akan merasakan getaran getaran keimanan itu terpancar dari jiwa-jiwa manusia. tidakkah kita merasakannya? atau hati kita yang sudah mati?

Aku berlindung kepadamu ya Allah dari hati yang mati. Untuk semua yang membaca tulisan ini, Aku memohon dengan sangat, jika suatu saat Hatiku mati lebih dahulu sebelum jasadnya, bangunkanlah! karena bisa jadi ia hanya tak sadarkan diri. Atau jika ia memang benar-benar mati, jangan putus doa untuknya, karena hanya Dia-lah yang dapat menghidupkan.

Aku percaya kau akan benar-benar melakukannya. Ya, karena kau Sahabatku. semoga aku tak salah memilih mu.

Minggu, 14 September 2014

Menjadi Mulia dan Dimuliakan



Rasulullah mengajarkan kita untuk saling memberi hadiah, indah bukan. Maka inilah hadiah pertama yang diberikan seorang kawan pada ulang tahun istrinya. Sebuah buku yang pasti akan usang, tetapi tidak dengan tulisan-tulisannya. kebetulan saya menitipkan sebuah tulisan di sana, semoga bermanfaat...
 berikut isinya, selamat membaca...


Menjadi Mulia dan Dimuliakan

Sebab, harapan, kata Rasulullah saw, adalah rahmat Allah bagi umatku. Jika bukan karena harapan, takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya. Maka biarlah aku berharap tentang kemuliaan yang pernah Allah janjikan untuk kita, surga.

Sabtu, 12 Juli 2014

Nyanyian Juang (4) dari Indonesia untuk Palestina


“Kita tidak boleh hanya bicara. Kalau bisa kita ikut sumbangkan darah kita,”  “Saya hari ini dengan uang pribadi saya, saya komit membantu 1 miliar,” Prabowo Subianto (Calon Presiden RI)..
Munashoroh Palestina, Bundaran HI (Indonesia), Jumat 11/7/2014

"Kita yakin Palestina bisa merdeka. Kita harapkan dukungan dunia agar Palestina mendapatkan haknya untuk merdeka," Abu Rizal Bakrie
Munashoroh Palestina, Bundaran HI (Indonesia), Jumat 11/7/2014

Kamis, 10 Juli 2014

Jika Ada


Jika ada hal besar yang harus aku ungkapkan...
adaah kebesaran Allah yang telah mempertemukan...

Jika ada cerita yang paling ingin ku dengar...
adalah kisah sukses kalian suatu saat nanti...

Jika ada perjumpaan yang sangat ku impikan...
adalah jumpa kita di Taman Firdaus yang abadi...

Ya Allah...
Engkau telah pertemukan kami...
hanya Engkau jugalah yg 'bisa' mempertemukan kami nanti...

_Yasin'14

Kamis, 20 Maret 2014

Tuntaskan Kemenangan


Siapa yang mengira, mereka yang dahulu terasing di masjid-masjid kini tampil elegan ditengah masyarakat. Mereka dihormati, dipercaya, bahkan disegani. Sungguh sekenario Allah memang unik.

Ah, kenapa harus ragu, bukankah dahulu ada seorang anak gembala yang menjadi tokoh dunia. Bukankah Allah telah tunjukkan bagaimana sang yatim piatu itu mampu memimpin Negara. Bukankah Allah sudah tunjukkan bagaimana orang-orang yang di usir itu kembali ke kampung halamannya tanpa rasa takut. Bukankah Allah telah tunjukkan bagaimana orang yang menyaksikan saudara-saudaranya dibunuh itu menatap tajam musuh-musuhnya yang memohon pengampunan di hadapanya. Kau pasti tak lupa bagaimana Muhammad SAW membawakan risalah kenabiannya. Sungguh begitu mudah Dia membolak-balikkan takdirnya.

Selasa, 18 Maret 2014

Yang Terlezat yang Istimewa


Siapa yang tidak kenal rendang. Makanan daging olahan dengan santan dan beberapa rempah pilihan memiliki keunikan rasa khas Minangkabau. Beberapa waktu lalu. makanan ini terpilih sebagai makanan terlezat no.1 di dunia versi CNN. Di rumahku makanan ini hampir menjadi menu wajib yang harus terhidang bersama ketupat sayur dan semur daging di setiap perayaan dua hari raya terbesar umat islam, Idhul Fitri dan Idhul Adha.

Rabu, 05 Maret 2014

Dunia Semu

Teringat lirik sebuah lagu lama... "Tuhan... uraikanlah dunia yang mendiam di dalam hatiku. karena di situ tidak ku mampu, mengumpul dua cinta, hanya Cinta-Mu ku harap tumbuh...."

ah... Sadarkah kita bahwa al wahn adalah penyakit yang sejak dahulu diperingati oleh baginda Nabi SAW akan bahayanya. 'apa itu al wahn?' Para Sahabat kemudian bertanya. Ialah cinta dunia dan takut mati...

Saat Akhirat yang dijanjikan belum tampak, dunia justru datang dengan pesonanya yang menipu. Tapi aku percaya Dia Yang Berjanji tak pernah mengingkari.

Ya Allah Tanamkan kecintaan kami kepada-Mu dan keyakinan yang kuat tentang pesona negeri akhirat, agar kami tak lagi tertipu oleh fatamorgana dunia yang semu

Selasa, 25 Februari 2014

Pastikan..! yang Kau Tanam Adalah Kebaikan


Ada cerita menarik ketika sejumlah orang datang membesuk saudaranya di sebuah rumah sakit. Mulanya suasana menjadi haru, ada do'a-do'a yang terucap dari mulut para tamu. Si Sakit hanya bisa terdiam dan terbaring menyimak semua moment yang dapai ia tangkap, tanpa seorangpun tahu dengan pasti apa yang terlintas di pikirannya. Satu demi satu dari mereka mulai bercerita, ada yang mencoba memberikan semangat, ada yang mengabarkan peluang-peluang amal, dan apapun yang belum bisa mereka bagikan, karena sebelumnya telah lama mereka tak bertemu. Suasana kini menjadi indah dalam bingkai silaturahmi yang kata Rasulullah dapat 'memanjangkan umur' dan 'melapangkan rizki'.

Selasa, 18 Februari 2014

Biar Allah yang Selesaikan Masalahnya



"Abis dianya mikirin orang mulu sih, kapaaan mikirin diri sendirinyee... semua mua di kerjain" mungkin sudah beberapa kali kudengar kata-kata itu ditunjukkan untuk dan oleh orang yang sama.

"Masalahnye bukan ape-ape, dia kan juga punya urusan tu..." Ada rasa iba dalam ucapan terakhirnya. mungkin aku atau kau bisa saja dengan mudah mengatakan 'Biar Allah yang selesain urusan dia...' sedikit menghibur memang, tapi apakah itu mengobati keresahan seorang ibu atas anaknya yang ia tahu kesulitan-kesulitannya.

Senin, 27 Januari 2014

Bagi Kami, tidak ada yang disebut tahun politik. Semua tahun, baik itu ada pemilu atau tidak ada pemilu, adalah TAHUN KERJA dan TAHUN PELAYANAN...

Selasa, 21 Januari 2014

Banjir oh Banjir...


"Rapat hari ini adalah rapat terakhir yang membicarakan banjir di musim banjir" kata Ahmad Heriawan dalam dialog di tv-one senin malam (20/1/2014)


Musibah itu yang selalu terulang di ibu kota. sekali dalam setahun, menggugah kepekaan sosial kita diuji sebagai manusia. ketika naluri kemanusian kita dan egoisme pribadi bertarung bebas menentukan siapa yang paling berkuasa atas diri kita. Apakah kita disibukkan pada kerja-kerja sosial membantu meringankan beban orang-orang di sekitar kita, atau terjebak dalam kesibukan pribadi menyelamatkan diri? maka pada situasi ini, biarlah publik melihat siapa sesungguhnya diri kita.

Agar Kamu Tidak Menimpakan Musibah


"Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku?" tanya seorang sahabat
"Itu ghibah, sedang jika tidak benar itu adalah fitnah" jawab sang Nabi

Sebagai seorang muslim budaya interaksi kita dalam masyarakat, organisasi, dan lingkungan, semestinya tidak mengenal istilah fitnah, tapi upaya 'klarifikasi' atau bahasa islaminya tabayun. Islam hadir membawakan angin segar bagi transparansi informasi dengan mengedepankan hak-hak ukhuwah tanpa mengecilkan sarana penegakkan hukum. itulah sebabnya kita tidak membudayakan ghibah meski dalam hal-hal tertentu kadang diperlukan. sayangnya sesuatu yang seharusnya dilakukan dengan kehati-hatian yang mendalam (mungkin secara tidak sengaja) itu malah dibiasakan untuk dilakukan.

Sedang kita yang berada pada iklim tersebut seringkali (disengaja ataupun tidak) menjadi penyambung informasi yang kata nabi, jika tidak benar engkau telah melakukan 'fitnah'. Padahal kata Allah:


"... bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan FITNAH ITU lebih besar bahayanya dari pembunuhan"(Al Baqarah: 191)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...