Minggu, 14 September 2014

Menjadi Mulia dan Dimuliakan



Rasulullah mengajarkan kita untuk saling memberi hadiah, indah bukan. Maka inilah hadiah pertama yang diberikan seorang kawan pada ulang tahun istrinya. Sebuah buku yang pasti akan usang, tetapi tidak dengan tulisan-tulisannya. kebetulan saya menitipkan sebuah tulisan di sana, semoga bermanfaat...
 berikut isinya, selamat membaca...


Menjadi Mulia dan Dimuliakan

Sebab, harapan, kata Rasulullah saw, adalah rahmat Allah bagi umatku. Jika bukan karena harapan, takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya. Maka biarlah aku berharap tentang kemuliaan yang pernah Allah janjikan untuk kita, surga.


Aku membayangkan ketika itu, ditengah kebahagiaan tak terbayangkan setelah penantian yang sangat panjang untuk pertemuan luar biasa.  Pertemuan dengan Sang Pencipta yang kepadanyakah aku selalu meminta pertolongan, memohon perlindungan, memasrahkan diri dalam ketidakberdayaan. Entah sebab apa, saat itu aku merasa berbeda dengan yang lain, lihatlah mereka menatap ku. Semua menatapku

Masih dalam bayangku, Saat aku tersadar bahwa aku benar-benar berbeda diantara kebanyakan penghuni surga. Kau tahu, pakaian ku berbeda. Jubahku bercahaya, hingga seluruh penghuni surga memperhatikan ku, mereka terpesona dengan keindahannya. Apakah ini sebuah kehormatan? Ooh.. Ternyata aku tak sendiri, lihatlah ada beberapa yang mengenakan pakaian seperti ku disana. Tapi..

“Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Tanya ku
Maka kudengar sebuah jawaban “Karena kalian memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.”[1]

***
Sesungguhnya Allah telah berjanji untuk menjaga keaslian kitab-Nya (Al-Qur’an) hingga hari kiamat nanti. Maka beruntunglah mereka yang Allah percayakan untuk menjadi bagian dari pemenuh janji-Nya itu. Karena bersama itu Allah menjanjikan kemuliaan atas mereka.

Di dunia..  “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.”[2]

Juga di Akhirat.. “Dikatakan kepada pemilik Al-Qur’an, bacalah dan mendakilah. Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca secara tartil di dunia. Karena kedudukanmu di akhir ayat yang engkau baca.”[3]

Untukmu yang akan melahirkan generasi pemenang, yang akan membersamai kejayaan bangsa kita, Indonesia. ‘Ketahuilah’ Seperti kata Umar bin Khatab ‘kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita.’

Untukmu yang akan mendidik bagi generasi pembelajar. Ketahuilah bahwa nabi pernah bersabda. ‘Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya’[4]

Untukmu calon Ibu, semoga Allah memberkahi kandunganmu.
Untuk yang sedang merayakan hari kelahirannya, semoga Allah memberkahi usiamu.
Untuk Ella Nurhayati, Istri dari kawanku. Ridho Allah ada pada keridhaan suamimu :)

Ahmad Yasin
-Direktur ‘Salam Art’-




[1] HR. Al-Hakim
[2] HR. Ahmad
[3] HR. Tirmizi dan Abu Daud
[4] HR. Bukhari

3 comments:

welda yunita mengatakan...

bagus banget tulisanmu sin...terus menulis, terus berkarya dan terus istiqomah dijalanNYA, insyaallah diredhoi dan dimudahkan..selamat menginspirasi orang banyak :)

ahmad yasin mengatakan...

Makasi welda... Doakan ya... :)

Welda Yunita mengatakan...

mana ni tulisan terbarunya sin?koq gak nulis lagi? :(

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...