Selasa, 25 Februari 2014

Pastikan..! yang Kau Tanam Adalah Kebaikan


Ada cerita menarik ketika sejumlah orang datang membesuk saudaranya di sebuah rumah sakit. Mulanya suasana menjadi haru, ada do'a-do'a yang terucap dari mulut para tamu. Si Sakit hanya bisa terdiam dan terbaring menyimak semua moment yang dapai ia tangkap, tanpa seorangpun tahu dengan pasti apa yang terlintas di pikirannya. Satu demi satu dari mereka mulai bercerita, ada yang mencoba memberikan semangat, ada yang mengabarkan peluang-peluang amal, dan apapun yang belum bisa mereka bagikan, karena sebelumnya telah lama mereka tak bertemu. Suasana kini menjadi indah dalam bingkai silaturahmi yang kata Rasulullah dapat 'memanjangkan umur' dan 'melapangkan rizki'.

Mungkin iseng salah seorang tamu kemudian bertanya tentang keadaan rumah sakit, tentang biaya, dan lainnya. Bukan mengeluh, yang di tanya justru menyebutkan satu persatu keunggulan rumah sakit tersebut. Bahkan tidak sungkan mereka membandingkannya dengan yang lain. Yang menarik adalah ketulusan orang itu menjadi agen marketing untuk mempromosikan pelayanan rumah sakit. Bukankah ini menjadi sangat menguntungkan pihak rumah sakit? padahal di sisi lain mereka malah harus membayar rumah sakit itu untuk kesembuhan saudaranya.

Subhanallah Bukan? Siapa yang tidak berharap mendapatkan iklan gratis untuk mempromosikan produk yang meraka jual. Tahukah kita bahwa biaya marketing untuk sebuah perusahaan dapat menghabiskan lebih dari 25% pengeluaran perusahaan tersebut. Dan 25% inilah yang menentukan posisi sebuah produk di tengah-tengah khalayak, apakah ia pantas untuk dibeli atau tidak. dan Rumah sakit ini telah menunjukkan bagaimana ia mampu mengoptimalkan pelayanan untuk sebagai salah satu media promosi mereka. tapi sadarkah kita bahwa strategi ini sudah sangat banyak kita temukan pada banyak perusahaan. mereka memberikan sesuatu terlebih dahulu dengan mengharapkan mendapat hasil yang lebih besar. Ya, seperti menanam pohon.

 Itulah sebabnya kita diperintahkan untuk selalu menyebarkan biji kebaikan. Agar suatu saat buahnya dapat kita petik kembali. Dan sebuah pohon tak akan berbuah kecuali seperti buah yang ditanam untuk menumbuhkannnya. Kadang sakit menjadi sarana penyambung silaturahmi yang sering terhalang oleh kesibukan pribadi kita. Saat itulah mungkin baru benar-benar disadari seberapa lama kita tidak saling bertatap muka. Untuk setiap jumpa kita selalu ada pembelajaran dari setiap momen yang dilalui seperti juga selalu ada jejak kebaikan yang dapat ditinggalkan di setiap tempat yang kita singgahi. Maka siapa yang berhasil untuk menjadi lebih baik Kata nabi Saw, 'dia beruntung'. sedang yang terbaik (kata beliau lagi) adalah mereka yang paling memberi manfaat.

Mari Menanam Kebaikan
Bogor 25 Februari 2014
@Yasin_Fisika

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...