Kamis, 03 Juni 2010

Mengkristalkan Budaya Pengetahuan untuk Kecemerlangan Indonesiaku


“Negeri berjuta potensi” mungkin inilah sebutan yang paling menarik untuk negeri ditengah untaian katulistiwa ini. Sumber dayanya yang begitu berlimpah, Budayanya yang amat beragam, keindahan alam yang memesona, coba kita lihat keanekaragaman hayatinya “Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, yang berupa sumber daya alam yang berlimpah baik di daratan maupun perairan, lebih dari 25.000 jenis (spesies) tumbuhan berbunga dan berbiji terdapat di hutan alam yang tersebar di Indonesia. Negara Indonesia yang juga menduduki peringkat kedua Dunia dalam hal keanekaragaman hayati, mempunyai peluang sekaligus tantangan tersendiri untuk mengembangkan ekowisata secara serius. Belum lagi kekayaan di bawah laut, dimana dua pertiga wilayah Indonesia yang berupa perairan memiliki kurang lebih 17.508 pulau dan berjuta-juta hektar taman laut.” (kabarindonesia.com) keaneka ragaman itu merupakan Sumberdaya yang terbarukan dan takkan pernah habis jika dijaga dan dikelola. Maka jika ada bertanya tentang negeri nan indah ini rakyatnya dengan bangga berkata “Inilah negeri yang berpotensi menjadi Negara kaya, besar, maju, bahkan berkuasa.” Karena memeng syarat-syarat berdirinya sebuah bangsa yang besar sesungguhnya sudah lama tertanam disini. Meski akhirnya harus kita akui bahwa semua itu hanya potensi yang tak akan pernah berguna jika tidak termanfaatkan dengan optimal. Maka aku lebih senang berkata “inilah Indonesiaku negeri besar yang masih kecil, negeri kaya yang belum sejahtera, negeri kuat yang tak pernah ditakuti”

Pengalaman sejarah yang menawan, kekayaan alam yang melimpah, wilayak geografis yang sempurna, potensi manusia yang luar biasa merupakan sebagian bukti akan Istimewanya negeri ini. Meski semuanya itu merupakan syarat-syarat kejayaan bagi sebuah bangsa, Namun satu lagi syaratnya adalah budaya ilmu dan pengetahuan. Boleh jadi inilah yang menjadi pengahambat bangsa ini dalam membagun kecemerlangannya. Karena tanpa ini sejarah hanyalah kisah yang tak pernah menjadi pambelajaran. Tanpa pengetahuan, Kekayaan alam tak akan mampu dikelola dengan baik sehingga menimbulkan kesenjangan social yang tak diterima oleh logika. Tanpa pemahaman wialyah geografis yang strategis pun tak terberdaya. Dan tanpa ilmu manusia tak lebih dimuliakan dibanding makhluk lainya. Maka salah satu syarat lagi yang harus kita penuhi adalah budaya pengetahuan dan mencari Ilmu.

Membangun dan mengembangkan ilmu merupakan salah satu bentuk nyata dalam megoptimalkan potensi negeri ini. Maka bukan dengan kekuasaan militer kerajaan fir’aun abadi pesonanya, namun ada pondsasi ilmu yang menopang kuat negerinya. Bukan kekuatan militer yang membuat negeri jepang kini bangkit tetapi topangan ilmu pengtahuan yang mebuatnya meguasai teknologi. Bukan hanya kekuatan militer yang membuat peradaban islam dahulu didisegani tetapi penguasaan ilmu dan teknologilah yang membuat mereka juga dihormati bahkan dikagumi.

Untuk mengembangkan pengtahuan, ilmu-ilmu dasarlah yang akhirnya menjadi penopang atas berkembangnya ilmu-ilmu terapan. Maka Presiden Cina Jiang Zemin ketika diwawancarai majalah Science tahun 2000 menekankan, tidak akan ada bom atau reaktor nuklir jika tidak ada teori kuantum (ilmu fisika). Dan teknologi rontgen pun berkembang setelah penemuan sinar-x, yang kemudian teknologi rontgen akhirnya banyak dimanfaatkan dalam bidang kedokteran yang juga merupakan terapan dari ilmu biologi. Sedangkan ilmu fisika terus dikembangkan dengan matematika sebagai tumpuan utamanya. begitulah ilmu-ilmu dasar menjadi tumpuan utama dalam pengmbangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini kimia, fisika, biologi, matematika, statistika, Astronomi, geometeorologi, merupakan sebagian ilmu dasar yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Maka dapat kita lihat bagaimana kesemua cabang ilmu ini berkembang dengan baik di Negara-negara maju. Namun sesuatu yang menyedihkan, hal itu tidak terjadi di negeri ini.

Ilmu terapan yang terus dikembangkan tanpa memperkuat ilmu dasar tidak akan terbangun menjadi suatu kerangka pengetahuan yang kokoh. Maka inilah yang menyebabkan perkembangannya menjadi lambat. Namun ilmu dasar pun tak banyak berguna jika tidak didukung oleh pengembangan ilmu terapan. Maka dari teori kuantumlah lahir teknologi-teknologi yang menakjubkan mulai dari elektronika hingga nuklir yang sangat bermanfaat jika digunakan untuk pengembangan potensi negeri ini. Maka berkat teori optiklah berbagai teknologi kamera dikembangkan yang kini dipadukan dengan elektronika dengan teori kuantumnya menciptakan kamera digital. Sedang perkembangan elektronika pun kini menuju digital yang perkembangannya didasari atas ilmu Algoritma dan pemrograman yang juga merupakan bagian dari ilmu dasar. Maka sesunggunya ilmu dasarlah yang menjadi katalis bagi perkembangan semua cabang ilmu yang ada.

Untuk itu jika aku ditanya bagaimana menjadikan Indonesia yang besar dan istimewa, kaya dan sejahtera sejahtera, kuat dan ditakuti. Aku akan mejawab “dengan mengkristalkan budaya pengetahuan”. Pengkristakan adalah upaya memadatkan suatu zat hingga fase terkuat ketika ia akan sulit untuk dikembalikan fase sebelumnya meski ada cara untuk itu. Meski tak hanya dengan ini, namun inilah syarat mutlaknya yang harus aku wujudkan.
Ahmad Yasin_BMM KAMMI Izzal
http://kammiipb.blogspot.com

2 comments:

ALandras mengatakan...

asslm....
sin, ntar pasang link ke IPB.ac.id
buat dukung IPB di webometric.

ALandras mengatakan...

cuy.....
follow ane donk....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...